Aku : Sayang, aku butuh bantuan. Tanganku sangat dingin. Maukah kau membakarnya sekali saja? Dia : Tidak bisa. Hujan deras sekali. Aku : Api dapat menyala di bawah hujan Dia : Kau bermimpi. Aku : Kita bisa berlindung, kan? Dia : Hujan dimana-mana. Aku : Di dalam rumah? Dia : Tak terkecuali. Aku : Di dalam almari? Dia : Sama saja. Aku : Sayang, tanganku masih dingin. Kau sungguh tak ingin membakarnya? Dia : Tak ada tempat yang aman. Aku : Tungku di rumahku tak keberatan. Dia : Tetapi hujan masih turun Aku : Di dapurku hujan tak bisa masuk. Dia : Siapa bilang? Aku : Tolong, bakar tanganku sekali saja, secepatnya! tak keberatan, kan? Dia : Sudah kukatakan, hujan turun dimana-mana. Aku : Tidak ditubuhku. Dia : Tak terkecuali. Aku : Ditubuhmu? Dia : Sama saja.