Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Sajak : Sepi

Aku kesepian  Tapi jangan menyepelekanku Semalam di jalan Aku bertemu keramaian Tidur nyenyak di segelas es teh Dan aku meminumnya cepat-cepat Pagi ini aku dibangunkan keramaian Ia bersendawa dari perutku Jarinya seperti orkestra malam minggu Segala nyanyian leluasa Membuka dan menutup telingaku seperti rumahnya Aku tak lagi kesepian Kau boleh menghiraukanku Sebab aku butuh bantuan Usir keramaian dari rumahku

Dialog Aku dan Dia

Aku : Sayang, aku butuh bantuan. Tanganku sangat dingin. Maukah kau membakarnya sekali saja? Dia  : Tidak bisa. Hujan deras sekali. Aku : Api dapat menyala di bawah hujan Dia  : Kau bermimpi. Aku : Kita bisa berlindung, kan? Dia  : Hujan dimana-mana. Aku : Di dalam rumah? Dia  : Tak terkecuali. Aku : Di dalam almari? Dia  : Sama saja. Aku : Sayang, tanganku masih dingin. Kau sungguh tak ingin membakarnya? Dia  : Tak ada tempat yang aman. Aku : Tungku di rumahku tak keberatan. Dia  : Tetapi hujan masih turun Aku : Di dapurku hujan tak bisa masuk. Dia  : Siapa bilang? Aku : Tolong, bakar tanganku sekali saja, secepatnya! tak keberatan, kan? Dia  : Sudah kukatakan, hujan turun dimana-mana. Aku : Tidak ditubuhku. Dia  : Tak terkecuali.  Aku : Ditubuhmu? Dia  : Sama saja.

Sajak : Kita

Kita pernah bertemu Pada penghujung tahun yang lembab Di tepi sebuah kolam dengan warna langit merah matang Lalu kau dan aku duduk pada bangku Melihat batu kecil melayang-layang "Batu itu seperti kita" Ada yang diam pada dadaku Di jarimu Angin mengikat tangan kita "Tahun depan batu itu akan beranak dan kita akan mengasuhnya"

Sajak : Surat Cinta

Ada yang menulis surat di jendela kamarku! Surat cinta katanya Pengirimnya memintaku tabur bunga dan mandi minyak wangi "sentuhlah aku dengan tanganmu" Aku hampir lupa ejaannya terbuat dari debu Tanda bacanya cair seperti air Hurufnya lebur hanya dengan kerdipan mataku! Bagaimana aku bisa membacanya?

Sajak : Di Wajahmu

Di wajahmu Seribu musim berganti seabad sekali Aku ingin bertanya Tapi mataku mengisyaratkan "Diamlah, ambili saja bulu mataku, yang rontok di telapak tanganmu, maukah?" Musim gugur telah tiba rupanya Dan aku tak akan bertanya

Kejutan

“Nggak semua orang suka kejutan” benarkah? Jadi begini, orang suka kejutan cuma kalau kejutan itu enak dirasain. Orang yang bilang nggak suka kejutan akan tetap senang kalau dia dikejutkan hal-hal menyenangkan. Orang yang suka kejutan bakalan bete kalau dapat kejutannya nggak ngenakin buat dia. Intinya, manusia banyak maunya. Tapi, siapa yang paling piawai ngasih kejutan? jawabannya adalah Hidup ! Menurutku, hidup adalah hal paling antimainstream yang diciptakan Tuhan. Seringkali, kita sebagai manusia kita sering merasa sok tau, sok menyusun semuanya, sok memperhitungkan kalau begini akan jadi gimana, kalau begitu akan jadi dimana, dan sok sebagainya. Waktu kecil, aku pernah jatuh dari pohon cuma gegara pengen niruin gaya smack down ala Rey Misterio, pernah juga diomelin ibu gara-gara nyebur ke got depan rumah cuma karena penasaran gimana rasanya nangkep cacing merah pake tangan. Yang paling klise, digampar bapak karena ketahuan ngerokok pas masih SMP. Tak terhit...