Akhirnya, aku menyadari jika dendam dan kebencian adalah nama lain egoisme yang enggan diakui. Padanya kita berharap bahwa rasa sakit yang kita rasakan sendiri akan menemukan pembalasannya sendiri. Tapi tuhan yang menggunggu untuk tau, tidak semua dendam dan kebencian harus dibalas. Barangkali segala negativitas yang dipelihara tadi hanyalah melulu rasa kekanak-kanakan. Ia seharusnya diakhiri tapi alih-alih bersikap dewasa kebanyakan dari kita, ah tidak, aku sendiri misalanya, merasa harus memeliharanya. Bahwa dendam dan kebencian tadi adalah yang membuat hidup. Membuatku berarti. Membuatku mengerti bahwa kebaikan tak selalu dibalas dengan kebaikan. Cinta kasih tak selalu berjalan linier dan mengalami timbal-balik. Tapi ada kalanya, tidak sering, ada saat dimana kita benar-benar merasa sunyi, benar-benar merasa takut dalam sendiri, benar-benar tak bisa bertahan lagi. Bahwa rindu yang menahun ditahan ini harus diutarakan. Bahwa kebersamaan yang sekian tahun itu menunggu d...