Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Meracau

Akhirnya, aku menyadari jika dendam dan kebencian adalah nama lain egoisme yang enggan diakui. Padanya kita berharap bahwa rasa sakit yang kita rasakan sendiri akan menemukan pembalasannya sendiri. Tapi tuhan yang menggunggu untuk tau, tidak semua dendam dan kebencian harus dibalas. Barangkali segala negativitas yang dipelihara tadi hanyalah melulu rasa kekanak-kanakan. Ia seharusnya diakhiri tapi alih-alih bersikap dewasa kebanyakan dari kita, ah tidak, aku sendiri misalanya, merasa harus memeliharanya. Bahwa dendam dan kebencian tadi adalah yang membuat hidup. Membuatku berarti. Membuatku mengerti bahwa kebaikan tak selalu dibalas dengan kebaikan. Cinta kasih tak selalu berjalan linier dan mengalami timbal-balik. Tapi ada kalanya, tidak sering, ada saat dimana kita benar-benar merasa sunyi, benar-benar merasa takut dalam sendiri, benar-benar tak bisa bertahan lagi. Bahwa rindu yang menahun ditahan ini harus diutarakan. Bahwa kebersamaan yang sekian tahun itu menunggu d...

Tak Jadi Diam

Ada kalanya, keterbukaan informasi justru membuat manusia menjadi pribadi yang suka bicara dan gaduh. Dan sialnya, aku termasuk salah satu manusia yang ikut terbawa arus negativisme itu. Jancuk! Belakangan ini aku merasa menjadi terlalu responsif bila bicara mengenai apapun, walaupun terkadang tidak membawa manfaat atau kebaikan apapun. Sering juga aku tiba-tiba menjadi pengamat dadakan yang tak segan mengunggah komentar, tanggapan, atau wacana atas berbagai peristiwa dan kejadian diluar batas keilmuan yang aku kuasai tiap kali berdiskusi suatu topik yang sedang viral bersama teman. Peribahasa lidah tak bertulang sepertinya cocok menjadi gambaran tajam dan lenturnya mulutku dalam berbicara. Mungkin tabiatku ini sudah terpengaruh oleh anarkisme yang terjadi di sosmed, saling ejek dan perang kata-kata kasar yang sudah tak terhitung jumlahnya. Di satu sisi, aku sama sekali tak mempermasalahkan anarkisme itu, sebab aku sendiripun adalah tipikal orang yang menuntuk kebebasan berbic...

Nasehat Untuk Aku

Untuk aku:  "Milikilah jiwa yang jujur berbagi karena hati, karena jika itu dimiliki, akan selalu ada harapan untuk hari esok yang lebih baik" "Saat berbagi, jangan takut harta dan pengetahuanmu habis diserap oleh dunia. Toh, kamupun menyerap energi itu dari dunia juga. Belajarlah dengan rendah hati, dunia tau sipa yang pantas berhasil" "Kendalikan rasa bangga, tanpa berteriak-teriak ke seluruh indera, pun yang berharga pasti mampu bersinar dengan sendirinya. Tundukkan euphoria, rayakan seperlunya. Ingatlah, pembenci seringkali muncul saat kamu terlalu nyaman mencintai diri sendiri; lupa bahwa sekitar memiliki titik iri di hati" "Jangan pernah suka untuk dibenci, namun abaikan pembenci yang belum paham, bahwa sinar ini berpendar dengan banyak daya, banyak usaha dan banyak doa. Hadapi dengan kerendahan hati dan pikiran terbuka, mereka menyelesaikan masalah dengan lebih berkelas" "Gunakan semua indera yang Tuhan berikan ...